Di tempat yang sama, Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Bogor, Irma Arlini Dewi menjelaskan, ada tiga indeks yang selama ini diukur Bappeda. Sebut saja Indeks Daya Saing Daerah, Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah dan Indeks Inovasi Daerah. Indeks Inovasi Daerah diapresiasi pemerintah pusat melalui gelaran Innovative Government Award (IGA) atau sebuah penghargaan dari Kemendagri untuk kabupaten/kota yang indeks inovasinya tinggi.
“Semua indeks ini ada kategorinya, kalau untuk IDSD kategorinya ada rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Di 2021 Kota Bogor naik menjadi peringkat tinggi dari sebelumnya di peringkat sedang,” ujarnya.
Rencananya, pekan depan kembali digelar desk kedua untuk bisa mendampingi OPD mengisi data-data pendukung, karena ada sekitar 20 form yang harus diisi, dari mulai deskripsi inovasi sampai tingkat kematangan inovasi tersebut serta siapa pengelolanya. Kemudian untuk Indeks Pengelolaan Keuangan ini baru mulai dari 2021.
“Meski indeks baru tapi IPKD harus bagus, karena ini menjadi syarat Pemkot atau Pemda bisa mendapatkan reward Dana Insentif Daerah (DID) dari hasil kategori sangat inovatif di IGA,” katanya.(*)








