Peringatan 205 Tahun Kebun Raya Bogor, Griya Anggrek Diresmikan

Secara keseluruhan mampu menampung 800 suku, 4.000 marga dengan jumlah sebanyak 10 ribuan. Keberadaannya diharapkan sebagai tempat edukasi bagi publik tidak hanya tentang anggrek tetapi juga konservasi secara umum. Ke depan kebun raya yang ada di seluruh Indonesia akan diperkuat dengan mengajak pemda maupun akademisi setempat.

Selain lima fungsinya sebagai riset, konservasi, jasa lingkungan, edukasi dan wisata. Pengelolaannya kata Kepala BRIN, akan didorong dan diintegrasikan dengan Sains Center di daerah kebun raya berada sebagai tempat pemberdayaan ekonomi, UMKM di daerah masing-masing berbasis teknologi sebagai penguatan ekonomi lokal, sehingga program kebun raya menjadi lebih multidimensi, selain itu juga untuk tempat berkesenian.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Kota Bogor Kecewa Melihat Petinggi RSUD Minta Jatah THR Dari APBD Kota Bogor

“Kebun raya itu harus jadi pusat, bisa jadi pusat aktivitas, ekonomi, edukasi dan lainnya. Jadi bukan sekedar konservasi atau yang konvensional tadi. Ini adalah pendekatan baru karena pengalaman kita dari pandemi dua tahun ini cukup berat bagi para pengelola kebun raya, sehingga ke depan kebun raya yang ada akan lebih kita tingkatkan menjadi pusat aktivitas secara umum,” katanya.

Untuk mendukung strategi besar BRIN secara nasional dalam meningkatkan cakupan hijau dan meningkatkan posisi Indonesia terkait perdagangan karbon, BRIN akan mendorong lahan kosong yang tidak terlalu dikelola dan dimiliki satu institusi menjadi kebun raya.

Pos terkait