Introduksi program-program pemerintah menjadi lebih mudah dilaksanakan manakala masyarakat sudah mulai giat lagi dan antusiasme membangun wilayahnya.
Inovasi yang dilakukan tidak sebatas pengembangan kawasan, tetapi juga pada kualitas hidup, diantaranya inovasi untuk penurunan angka stunting yang awalnya 49 turun menjadi 25 dalam kurun dua tahun. Hal lain yang mendukung adalah peningkatan ekonomi sehingga memiliki kemampuan meningkatkan pangan keluarganya.
“Angka stunting di Kota Bogor belum disepakati, di Jawa Barat kami dinyatakan 14 persen, sementara berdasarkan data penimbangan sudah mencapai 5 persen. Namun apapun itu ikhtiar menurunkan angka stunting menjadi yang utama. Katanya ada tiga hal yang bisa mempengaruhi penurunan angka stunting dan untuk meningkatkan kualitas hidup yaitu struktur, aktor dan kultur,” sebut Syarifah.
Syarifah menyebut, Pentahelix yang sudah terbangun di Kampung Ciharashas cukup baik dan menjadi salah satu faktor pendukung kebangkitan AEWO Ciharashas.
Diantaranya IPB University, UIKA Bogor, Universitas Sahid, UI serta pihak lain yang diajak berkolaborasi dalam memberikan pembinaan membangun wilayah, membangun keluarga dan potensi wisata yang ada.
Kehadiran CSR dari BJB, Perumda Bank Kota Bogor, Sosro dan lainnya, sehingga dalam proses perubahan lebih lanjut tidak bergantung dari APBD Kota Bogor.








