“Yang membahagiakan kami adalah program ini tidak top down tetapi bottom up. Desain termasuk jalan dan sebagainya adalah usulan dari para warga dan pemuda Kampung Ciharashas, alhamdulilah warga bisa mandiri dalam melaksanakan perubahan dan pengembangan wilayahnya. Padi yang ditanam adalah termasuk jenis organik yang menjadi laboratorium penelitian beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian, sehingga dinamakan agro eduwisata organik,” kata Syarifah.
Untuk sebuah kota, AEWO Ciharashas yang disebut Bima Arya sebagai surga yang tersisa, ungkap Syarifah menjadi satu berkah karena tidak banyak yang memiliki kawasan seperti itu.
Dari potensi yang ada dan terus dikembangkan secara optimal oleh warga sekitar mampu meningkatkan tingkat kunjungan, totalnya kurang lebih mencapai 160 ribu pengunjung yang datang secara bertahap.
Bahkan, saat pandemi pendapatan harian yang diterima masyarakat berkisar 23 – 25 juta per bulan dan saat ramai bisa mencapai Rp 50 juta dari pengelolaan, mulai dari petugas parkir, pemandu serta lainnya.
Adapun tim Rechecking Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang datang dipimpin Siska Gerfianti bersama Wiwin Winarni, Ricki Herdian Syah dari PKK Provinsi Jawa Barat Kelompok Kerja (Pokja 4 TP PKK Provinsi Jawa Barat, Agung Rusmanto dari BKKBN Jawa Barat serta
Winda Fk dari BKKBN Jawa Barat. (*)








