“Karena ini memberikan manfaat untuk warga. Kita ingin tempat yang indah ini bukan hanya untuk dinikmati oleh pengunjung dari luar, tetapi ibu-ibu, anak muda mendapatkan manfaatnya. Jadi ini sudah 40 persen, belum 100 persen,” sebutnya.
Pada kesempatan itu ia menitipkan dua hal kepada camat dan lurah. Pertama, mengingatkan ini adalah lahan sawah organik yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
“Jadi jangan sampai terganggu karena ramainya pengunjung kesini,” jelasnya.
Kedua, meminta agar mengatur sistemnya sehingga bisa tetap bersama dan kompak dalam pengelolaannya. Apalagi, Kampung Ciharashas Mulyaharja sudah terkenal.








