“Tadi sudah dibahas filosofi cacing, jika dikaitkan dengan kajian politik akan ada gerakan underground (bawah tanah) selain itu cacing tanah sendiri bisa dijadikan obat. Jadi di Sunda mah (itu) aneh-aneh, beda dan dikaitkan dengan binatang-binatang, tapi memiliki filosofis,” ujarnya. (yan)
Dedie Terima Kalender Tahun Baru Sunda 1959 di Konvensi Cerdas Berbudaya








