“Melahirkan anak-anak berkualitas tidak terlepas dari tanggung jawab ayah yang memberikan akhlak kepada anaknya, mengajarkan keberanian untuk amar ma’ruf nahi munkar. Mana yang baik, mana yang buruk, mana yang boleh, mana yang enggak. Itulah kekuatan ayah yang bisa dititipkan kepada anak-anaknya,” tuturnya.
Ketika PKK Kota Bogor melahirkan Sekolah Ibu semua menunggu dan mengantri giliran betapa bahagian ibu -ibu diberikan pendidikan, edukasi dan dibuka wawasannya. Menurut Yane, memberdayakan perempuan tidak semudah memberdayakan laki-laki, karena laki-laki adalah pemimpin dan egonya lebih tinggi dari perempuan. Artinya ia tidak hanya memiliki peran mencari nafkah, tetapi mencetak penerus generasi bangsa.
“Ibu Ketua PKK (Atalia Praratya) sudah menunjukan betapa hebatnya peran ibu dan pak Gubernur Ridwan Kamil adalah sosok inspiratif, hebat bagi TP PKK Kota Bogor dan kita semua. Itulah yang mendasari HKG ke-50 dengan mengusung tema Fathering atau pola asuh ayah dalam keluarga,” ujar Yane.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, bahwa keluarga adalah tiket ke surga, memuliakan dan menghormati keluarga adalah tiket ke surga, membesarkan dan mendidik anak juga tiket ke surga.
“Karena Insya Allah anak yang soleh yang akan menjemput kita ke surga. Keluarga penuh dengan dinamika, tetapi tiket kita ke surga dan kita tidak bisa memilih keluarga,” katanya.








