MENABUR OPTIMISME PEMUDA

Dan kekuatan pemuda itu bagaikan percikan api yang menyala-nyala. Jika api itu dimanfaatkan dengan baik maka akan menguntungkan, jika api itu disalahgunakan maka api itu akan menghanguskan tanpa belas kasihan. Pemuda bebas mengekspresikan pendapat dan pikirannya. Pemuda dikenal independen dan tidak memiliki ketergantungan kepada siapa pun. Sebab, pemuda dapat berpikir dengan akal jernih, mampu menganalisis persoalan dan siap mempertanggung jawabkan setiap tindakan.

Namun, persoalan kini adalah ketika pemuda sebagai pewaris peradaban mulai malas terhadap persoalan sosial dan kebangsaan, lebih senang hiburan, rebahan dan malas untuk berinteraksi tukar pikiran. Jika generasi muda hari ini seperti itu maka sudah bisa kita prediksi Indonesia dimasa depan akan tertinggal oleh zaman. Jangankan untuk berkompetisi ditingkat dunia, ditingkat Asia pun bisa jadi kita bakal kelabakan.

Baca Juga  Bank Kota Bogor Raih TOP BUMD Award 2023

Dalam sebuah buku “Rekonstruksi Pemuda” yang ditulis oleh Dr. Adhyaksa Dault, M.Si, dijelaskan bahwa, saat ini moral pemuda berada di titik nadir. Tercecernya sistem perbaikan moralitas bangsa yang tidak dikelola dengan manajerial yang baik telah menyebabkan permasalahan moral pemuda Indonesia menjadi semakin berlarut-larut. Salah satu masalah pemuda diantara-Nya berawal dari usia remaja dari pencarian jati diri.

Pos terkait