“Program nikah massal dari KAPPAS ini sangat membantu. Tadi saya ijab kabul lagi dan sekarang pernikahan saya sudah dicatat di KUA,” katanya.
Dua tahun lalu ia memilih melangsungkan pernikahan siri sembari menunggu akta cerai suaminya yang mengalami keterlambatan. Ia pun segera melengkapi berkas usai mengetahui informasi nikah massal ini dari RT tempat tinggalnya. Meski pemberkasan lumayan rumit, namun setelah lolos screening ia merasa senang dan bersyukur. Setelah ini, ia akan fokus mengurus akta kelahiran anaknya.
“Semua pakaian pengantin dan resepsi ini dari KAPPAS. Saya harapan KAPPAS terus maju agar bisa terus membantu masyarakat yang belum bisa meresmikan pernikahannya karena berbagai alasan,” jelasnya.








