“Potensi tanaman hias di Indonesia mencapai Rp 3.000 triliun dan indonesia baru mengeruk pasar 0,01 persen, lebih tinggi dibandingkan pasar kopi dan teh. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Tanaman hias sangat penting untuk mendorong sistem kekebalan tubuh dan mengurangi polusi udara,” kata Yulius.
Kadis Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat menyampaikan, festival ini akan menjadi legacy di Kota Bogor atau branding lain bagi Kota Bogor sebagai tempat aneka ragam tanaman hias yang mampu membantu petani tanaman hias dalam membantu mendistribusikan hasil pertaniannya, sehingga mampu mensejahterakan para petani tanaman hias.
“Tentunya ini akan menjadi pengingat kita akan Kota Bogor. Bagaimana sektor pertanian dipercepat untuk menggerakan roda perekonomian di Kota Bogor. Potensi tanaman hias Jawa Barat amat melimpah ruah dan Kota Bogor termasuk didalamnya,” ujar Dadan.
Ketua Panitia Bogor Flora Festival, Djojohadi Haristiono Eko Putro berharap festival ini menjadi pameran flora terbesar dan berbeda di Kota Bogor dan Indonesia yang bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, membuka peluang kerja sama bagi para petani tanaman hias Bogor dengan para pembeli.
Selain itu juga diharapkan mampu membantu program pemulihan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM dan peningkatan sektor pariwisata.
Dirinya juga berharap melalui kegiatan ini diperkenalkan tanaman-tanaman hias kebanggaan Kota Bogor dan Pemkot Bogor bisa menginisiasi untuk membangun Green House untuk balai karantina sebagai instrumen perdagangan pertanian di pasar dunia yang menjadi kebersyaratan produk pertanian untuk bisa diekspor.
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, delegasi Taiwan Economic Trade Office (TETO), para kepala perangkat daerah terkait serta para stakeholder yang mendukung festival tersebut. (*)








