Menurut Bima Arya, Dasa Dharma itu dahsyat, lengkap dan paripurna. Dua hal yang mengawalinya menggambarkan hal yang paling lengkap di dunia ini, dimensi vertikal kepada Tuhan YME dan dimensi horizontal kepada sesama manusia dan juga kepada alam.
Untuk kompetensi, anggota Gerakan Pramuka diminta untuk terus mengasahnya dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar kuat, karena orang-orang yang menjadi pemenang adalah yang memiliki karakter. Terakhir, dengan terbangunnya karakter dan kompetensi yang kuat akan timbul rasa kepedulian.
“Pramuka itu peduli, tidak boleh cuek, hirau pada lingkungan dan selalu membantu lingkungannya. Pramuka adalah jalur paling dahsyat untuk kepemimpinan Indonesia di masa depan. Kalau ketiga hal ini bisa dipegang, dikembangkan dan bisa konsisten, Insya Allah seluruh anggota dan aktivis gerakan pramuka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat, karena takut kepada Tuhan YME, cinta kepada sesama manusia dan peduli kepada alam,” kata Bima Arya.
Dia berpandangan, latihan dalam Gerakan Pramuka bukan sekedar latihan biasa dan ikut pramuka bukan hanya sekedar mengisi waktu, tetapi untuk menyiapkan para anggotanya untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa kini dan masa depan. Sebab, karakter anggota pramuka di atas rata-rata dari generasi muda lainnya.
Bagi para pelatih dan pembina gerakan pramuka diharapkan menjadi contoh suri teladan yang paling depan bagi para anggota gerakan pramuka.
“Kakak pelatih dan pembina harus yang terdepan dalam memberikan kedisiplinan, berani dan setia,” tegasnya.








