“Dengan refleksi kita menjadi peka terhadap lingkungan, namun di satu sisi kita harus kuat mempertahankan jati diri dan kebangsaan kita,” jelasnya.
Syarifah menjelaskan, pelatihan pitaran pun termasuk refleksi karena tidak mungkin menghasilkan Pramuka yang hebat jika pelatihnya tidak berkembang. Pelatih itu harus jadi yang lebih paham, harus mau terus belajar dan harus mempunyai keikhlasan mengabdikan ilmunya.
“Anggota Pramuka juga harus mengikuti perkembangan zaman. Kecanggihan teknologinya sudah luar biasa. Pelatih harus terus mengupgrade diri, semakin bertambah kuantitas dan kualitasnya,” tegasnya.
Ia melanjutkan, pramuka tidak akan menjadi besar tanpa adanya inovasi dan salah satu inovasi dari Kwarcab Pramuka Kota Bogor, yakni lahirnya aplikasi KTA. Saat ini semua hal bisa dengan mudah dilakukan dengan adanya aplikasi. Meski begitu aplikasi tidak akan bermanfaat jika peserta tidak melakukan registrasi.








