Yantie Rachim Ajak Guru PAUD Cegah dan Tangani Stunting

Dimana hasil rekomendasi yang diberikan adalah sistem sirkulasi dan pencahayaan rumah-rumah warga di Kota Bogor masih kurang dimana hal tersebut memiliki korelasi antara kecerdasan anak dengan kondisi rumah.

“Bagaimana mungkin anak akan cerdas kalau pencahayaannya dan ventilasi rumah kurang maksimal. Selain itu juga anak-anak di Kota Bogor jarang mengkonsumsi buah dan sayur, kurang konsumsi protein, minumannya mengandung kadar gula tinggi, berpengaruh pada angka stunting,” kata Dedie.

Disamping itu, Dedie menyatakan kekurangan mengkonsumsi makanan bergizi bisa menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif yang diciptakan sendiri. Selain tidak sehat, anak-anak stunting tidak tangguh dan kurang mampu bersaing.

Kepada para guru PAUD, pengawas dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dedie menyarankan untuk mencari pola pendidikan yang membangkitkan karakter dan rasa empati, diantaranya dengan mengajak anak-anak PAUD untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar maupun wilayah sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga tidak monoton di dalam kelas.

Baca Juga  Ketua DPRD dan Wali Kota Bogor Bersama Forkopimda Melaksanakan Tarling di Masjid Jami' Al Barokah

“Ajak dan ajari cara menyebrang, ajak ke perpustakaan, ke museum, ke Kebun Raya, tahu sopan santun,” tuturnya.

Ia juga menuturkan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu indikator IPM turut mempengaruhi angka stunting di Kota Bogor. Dimana para orang tua yang anaknya mengalami stunting, rata-rata mengalami putus sekolah atau lulusan SD.

Pos terkait