“Skema 2-1 yakni 2 angkot menjadi satu angkot modern berbasis listrik, itu kita akan akselerasikan dan juga pengadaan mobil dinas di lingkungan Pemkot Bogor yang menggunakan listrik, baik roda empat dan roda dua,” katanya.
Ia meminta agar Dishub Kota Bogor mendukung program ini dengan memastikan angkot yang memang sudah tidak laik agar tidak beroperasi dan dikonversi menjadi 2-1.
Proses konversi angkutan kota bertenaga listrik ini akan membutuhkan waktu yang panjang. Karena kata Bima Arya, saat ini harga transportasi berbasis tenaga listrik masih memiliki harga yang sangat tinggi.
“Tapi semua roadmapnya harus mulai dari sekarang. Kota Bogor ingin ada yang terdepan. Termasuk kita minggu ini meresmikan penggunaan sepeda listrik kerja sama dengan swasta,” ujarnya.
Dirut PT Nagara Sains Konversi, Willawati mengatakan, grup perusahaannya mencakup berbagai industri. Dengan pengalaman 22 tahun dalam bisnis tenaga listrik dan didukung oleh para insinyur yang ahli dan terbaik, PT Nagara Sains Konversi dilengkapi dengan kemampuan untuk menjadi solusi kendaraan listrik satu atap di Indonesia.
“Jadi kerja sama ini kita konversi busnya PDJT oleh kami menjadi bus listrik dengan tenaga elektrikal,” ujarnya.








