Angka Kematian Ibu Masih Jadi Tantangan Jawa Barat, Buka Webinar Hari Kartini, Kepala DP3AKB Jabar Dorong KB Pascapersalinan

DP3AKB

SANGA.ID. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menggelar webinar optimalisasi kepesertaan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) pada Rabu (22/4/2026). Mengusung tema “Perempuan Cerdas, Keluarga Terencana: Peran KB Pasca Persalinan dalam Semangat Kartini”, webinar diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 yang jatuh sehari sebelumnya, 21 April 2026.

Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan serius dalam pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga. Ia menyebutkan capaian total fertility rate (TFR) tahun 2025 sebesar 2,07, meleset dari target 2,02 yang ditetapkan untuk 2026.

“Ini mungkin banyak yang terlewat dalam pencatatan KB-nya, sehingga angka kelahiran menjadi tinggi. Kita perlu pelajari bersama kenapa angka TFR ini bisa naik,” ujar Siska saat membuka kegiatan secara resmi.

Baca Juga  Desa Bojong Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Jadi Lokus Program Rumah Data Kependudukan

Selain TFR, tantangan lain yang dipaparkan adalah angka kematian ibu (AKI) yang masih tercatat sebanyak 646 kasus atau setara 88,78 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi (AKB) pun masih tinggi, yakni 5.037 kasus atau 6,92 per 1.000 kelahiran hidup.

Terkait stunting, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)https://www.youtube.com/watch?v=PDHUcpwF5ZE&list=RDMv-hsFBODYI&index=2 tahun 2024, prevalensi stunting di Jawa Barat mencapai 15,9 persen, turun 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Siska mengingatkan bahwa secara jumlah absolut sekitar 19 persen dari total balita di Jawa Barat masih mengalami stunting. Pemerintah provinsi menargetkan angka stunting turun di bawah 14 persen pada tahun 2026 dan di bawah 5 persen pada akhir periode kepemimpinan Gubernur tahun 2030.

Pos terkait