“Saya minta kepada Kepsek dan Disdik untuk selalu memprioritaskan kelayakan fisik sarana prasarana sekolah. Tahun ini SDN Otista dianggarkan Rp 3,5 Miliar termasuk ada penambahan tiga ruang baru,” sebutnya.
Tahun ini secara total Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menganggarkan Rp 26 Miliar dari APBD untuk Sarpras Pendidikan dan tahun depan anggaran akan lebih banyak yakni Rp 67 Miliar. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya pendidikan merupakan hal yang utama dan pondasi.
“Saya minta disdik, camat, lurah dan kepsek memastikan jangan ada yang diabaikan kalau sudah terkait dengan fisik, ini untuk keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita. Saya gak mau ada laporan sekolah roboh, apalagi sampai ada korban jiwa,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepada kepsek tidak saja mengejar kompetensi tapi pembinaan karakter. Anak-anak harus dikawal, dijaga, dididik, diberikan motivasi dan inspirasi agar anak-anak jadi generasi yang pancasilais, tidak miring ke kanan atau ke kiri, tidak bisa dijebak aliran sesat, tidak bisa diintrik aliran politik dan jangan sampai jadi anak julid yang karakternya dibangun di media sosial yang penuh fitnah.
“Bimbing anak-anak kita jadi generasi yang religius, nasionalis, cinta NKRI dan cinta pada kotanya. SD SMP itu pondasi untuk pembangunan karakter, saya yakin bapak ibu bisa jadi teladan bagi anak-anak didiknya,” terangnya.








