“Jika tidak disikapi dari sekarang nanti lambat laun akan semakin crowded. Tidak cukup hanya Tim Tangkas saja. Makanya harus ada konsep perencanaan jangka panjang. Insya Allah akan dilanjutkan,” katanya.
Pada kesempatan itu ia juga memberikan beberapa usulan terkait konsep pemberdayaan UMKM dan inovasi untuk menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Bogor.
Pada sektor lalu lintas ,Bima Arya juga meminta agar keberadaan halte dan tempat penyeberangan orang diperhatikan untuk memudahkan masyarakat.
Di bidang infrastruktur tahun ini Kota Bogor akan menerima Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat untuk pelebaran dan pembangunan jembatan Otto Iskandardinata (Otista) serta ada beberapa pengerjaan infrastruktur yang dilakukan hingga akhir tahun 2023 mendatang.
Terakhir, mengenai Instruksi Presiden soal kendaraan dinas listrik kata dia, Kota Bogor tahun ini akan memulai di lingkungan Pemkot Bogor.
“Kota Bogor Insya Allah siap, bersiap untuk memasuki era kendaraan listrik. Tahun ini Insya Allah, satu kita mulai sedan listrik, lima motor listrik. Jadi nanti bertahap apabila memungkinkan kendaraan yang sudah lewat masa penggunaanya bisa mengusulkan untuk kendaraan listrik apabila APBD atau memungkinkan di tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Bima Arya juga menyampaikan bahwa Kota Bogor akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Gerak Jalan Sedunia atau World Walking Day 2022.








