“Seperti menanam komoditas yang bisa menstabilkan harga, karena di beberapa daerah inflasi naik tinggi karena beberapa komoditas tidak terkontrol seperti cabai. Kota Bogor akan memonitor itu bersama-sama melakukan langkah-langkah proaktif untuk mendorong kegiatan ketahanan pangan sembari memastikan harga stabil,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, sesuai arahan Kemensos penerima BLT Rp 300 ribu ini merupakan mereka yang mendapatkan bantuan BPNT dan PKH, namun tidak kedua-duanya. Mengingat ada pula warga yang mendapatkan keduanya (BPNT dan PKH).
“BLT ini diberikan selama empat bulan, dua bulan cair sekarang, sisanya Desember dengan nominal yang sama yakni Rp 600 ribu untuk dua bulan,” katanya. (*)








