Pemkot Bogor Dorong Penggunaan Eco Enzyme Reduksi Sampah

“Dan yang terpenting dengan pemanfaatan sisa makanan ini bisa mengurangi tingkat volume sampah yang selama ini yang dibuang ke TPAS kita, sehingga dengan pemanfaatan di hulu ini jumlah sampah di hilir berkurang. Jadi beban TPAS akan berkurang,” katanya.

Namun Dedie memberikan catatan apabila program ini ingin berhasil, maka harus menjadi gerakan massal atau serentak yang juga diikuti oleh seluruh masyarakat.

Ke depan ia juga akan meminta Perumda Pasar Pakuan Jaya agar juga memberikan kontribusi bagi perbaikan lingkungan dengan melakukan pengolahan sampah yang dihasilkan dari pasar-pasar.

“Jadi hasilnya adalah kita melestarikan alam menuju green city,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Bidang Diklat Eco Enzyme Nusantara wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek), Novita Mahanani mengatakan, Eco Enzyme ini merupakan fragmentasi dari bahan organik sisa buah-buahan ataupun sayuran yang dalam kondisi baik dan tidak busuk namun tidak dikonsumsi.

Baca Juga  Presiden Joko Widodo Terima Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Misalkan ada pepaya yang sudah bonyok nih kita enggak makan, tapi belum busuk itu kita pakai, bekas potongan sayur batangnya yang keras atau akarnya kan tidak kita konsumsi biasanya dibuang, nah itu kita gunakan untuk bahan organik cairan organik Eco Enzyme ini,” katanya.

Pos terkait