Jelang KTT G20 di Bali, Bima Arya Sampaikan Lima Catatan

“Saya mencatat ada lima dimensi dari G20 yang bisa dimaksimalkan seluruh stakeholder dan pentahelix,” katanya.

Ia menerangkan, dimensi pertama yakni terkait isu-isu pariwisata. Kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengenalkan destinasi pariwisata. Menurutnya 500 kota/kabupaten harus berbenah dan bersiap-siap untuk mendapatkan efek limpahan dari pertemuan KTT G20.

“Bogor sudah menyelenggarakan Y20 perkotaan, keagamaan dan lainnya. Ini momentum emas untuk mengenalkan destinasi wisata kita, mari kita berbenah,” jelasnya.

Dimensi kedua, lanjutnya, G20 ini membuka ruang bagi para trading dengan sesama member G20. Ketika ada pertemuan event di Bogor sekaligus menjadi kesempatan Kota Bogor untuk membuka jalur perdagangan dengan beberapa negara yang nanti akan ditindaklanjuti.

Baca Juga  Ketua IPeKB Indonesia Triyana, SE: PKB Harus Sukseskan Program Bangga Kencana

Pos terkait