Ketiga, di G20 ini membuka banyak sekali isu-isu perkotaan, jalan kerja sama yang lebih intens tentang isu-isu perkotaan, isu transportasi, isu SDGs yang bisa dibicarakan.
“Keempat, G20 ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk memerankan peran yang sangat strategis di bidang perdamaian dunia. Kita berharap tentu pemimpin dari UK dan Asia bisa hadir tetapi terlepas dari itu, ini momentum bagi kita untuk mendorong perdamaian dunia,” tegasnya.
Kemudian dimensi kelima, anak-anak muda harus ikut mengambil panggung dan berperan di G20. Karena ini juga terkait dengan isu kepemimpinan muda. Apalagi Indonesia saat ini bersiap menjemput bonus demografi bersama kota-kota lain di dunia.
“Jadi isu kelima saya kira ada isu kepemimpinan muda, baik di tingkat formal wali kota muda, bupati muda maupun anak-anak muda pemimpin komunitas di tingkat informal. Mari kita ambil bola dan ambil peran dan saya yakin Indonesia bisa memaksimalkan melalui kepemimpinan di G20,” kata Bima Arya. (*)








