Camat Bogor Utara Diganjar Penghargaan, Belajar Tata Wilayah ke Singapura

“Maka lahirlah teori ketiga yang pemprov lakukan, adalah birokrasi kolaboratif dan dinamis. Menyusul yang keempat adalah digital full. Masyarakat itu cerminan pemimpinnya, bagaimana camatnya,” sambung Emil.

Para camat, masih kata Emil, juga harus memiliki jiwa kepemimpinan. Seperti sikap dan perilaku serta daya rubah, transformasi dan reformasinya. Mampu merubah wilayahnya dengan baik.

“Agar kecamatan se-Jawa Barat ini meningkat, maka hadiahnya saat ini saya atur yang sangat fundamental. Yaitu melihat ke negeri yang birokrasi wilayahnya sudah kelas dunia,” ungkap Emil.

Dari hasil pembelajaran di Singapura nanti, Emil berharap bisa ada yang diaplikasikan setelahnya. Termasuk di Kota Bogor, banyak hal yang nanti bisa direplikasi di wilayah Bogor Utara.

Baca Juga  Bupati Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda Perubahan LP2B

 

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jabar, Dodit Ardian Pancapana menambahkan, penilaian ini juga untuk membentuk kecamatan – kecamatan penuh semangat untuk berinovasi. Terutama untuk pelayanan publik di tingkat kecamatan.

Pos terkait