Ritta mengatakan, rakor ini dihadiri berbagai OPD terkait, mulai dari Dinkes, Dinsos, Kepala Puskesmas, Kasi Kemas di Kecamatan dan Ketua Lembaga Lansia Indonesia Kota Bogor. Mereka tentunya lebih paham keadaan lansia dan apa saja yang dibutuhkan lansia untuk kemudian menyusun program lansia Kota Bogor yang tangguh dan mandiri serta tepat sasaran.
“Tangguh dan mandiri dari sisi kesehatan, sisi sosial, tidak menjadi beban orang lain dan ikut dalam pembangunan keluarga di Kota Bogor, karena kan lansia sudah lebih berpengalaman dan bisa memberikan hal-hal baik kepada penerusnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, tentunya program yang disusun usai rakor ini merupakan program yang akan dilaksanakan untuk tahun depan. Mengingat tahun ini program BKL sudah berjalan dan sudah terlaksana.








