Pemkab Bogor Bersama UNICEF Dan KLHK Seriusi Program Pengurangan Keracunan Timbal Pada Anak

Silas melanjutkan, terutama untuk anak-anak dampaknya lebih besar lagi daripada dampak pada orang dewasa. Contoh yang paling besar adalah penurunan terhadap IQ yang sifatnya permanen, dan juga untuk orang dewasa yang sedang masa kehamilan.

Untuk diketahui, pada dasarnya UNICEF bekerja dengan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini kerjasama formal dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan kami mendukung dalam komitmen usaha pemerintah untuk mencegah paparan timbal di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan Yayasan Pure F Indonesia dan Institute Teknologi 10 November, mereka melakukan studi lapangan melihat ada kontaminasi timbal di tanah di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dilanjutkan dengan menggabungkan kriteria-kriteria lain, termasuk komitmen dari Pemda dan populasi masyarakat yang menghadapi resiko pada timbal yang tinggi itu.

Baca Juga  Bertemu BPP Hipmi, Presiden Jokowi Terima Laporan Persiapan Munas XVII Hipmi

“Dari proses tersebut, ada 5 lokasi yang menghadapi tantangan tinggi. Akhirnya dua wilayah yakni Kabupaten Bogor dan Tegal yang menjadi lokasi prioritas,” ungkap Silas.

Selanjutnya, Silas menyebutkan, untuk saat ini program kerjasama antara UNICEF dengan KLHK fokusnya pada timbal. Jadi tentunya limbah beracun lain mungkin ada dampaknya terhadap anak-anak, namun kami membutuhkan masukan dari ahli dan juga arahan dari pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.
“Arahan tersebut untuk melakukan kegiatan apabila ini menjadi sebuah perhatian khusus. Selain masukan dari ahli atau pakar, dibutuhkan juga komitmen dan perhatian dari masyarakat untuk mencegah polusi-polusi terjadi,” ujar Silas.(***)

Pos terkait