“Hari Cerebral Palsy diperingati setiap 6 Oktober, tujuan kegiatan ini untuk memberikan dukungan, merangkul keragaman dan memberi solusi masa depan bagi penyandang Cerebral Palsy,” ujar Milandari.
Ia menuturkan, anak-anak Cerebral Palsy sejak dini membutuhkan rehabilitasi dan intervensi multidisiplin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Program rehabilitasi ini pun memerlukan latihan jangka panjang dan dilakukan secara berkala.
Sebagai yayasan berbadan sosial pihaknya merangkul 218 anggota di Kota dan Kabupaten Bogor untuk mengejar kemandirian anak dengan rutin melakukan terapi berbiaya terjangkau atau sekali terapi hanya membayar Rp 30 ribu saja.








