Untuk itu, ia mendorong pihak museum untuk mencari inovasi-inovasi baru agar kunjungan museum tetap ada, salah satu yang dilakukan adalah dengan menjemput bola ke berbagai instansi terkait, diantaranya sekolah-sekolah dan dinas kominfo di daerah untuk membantu sosialisasi museum penerangan.
“Kami coba jemput bola melalui koordinasi dan komunikasi dengan dinas pendidikan serta dinas kominfo yang hal ini dimaksudkan untuk membantu sosialisasi kepada para siswa SMP dan SMA, mungkin bisa datang berkunjung ke museum penerangan, untuk daerah yang jauh bisa dilakukan secara virtual,” kata Fransisca.
Fransisca menambahkan, untuk meningkatkan kunjungan ke museum, saat ini pihak Museum Penerangan tengah getol menggalakkan program virtual experience museum penerangan atau program ‘jalan-jalan’ ke museum penerangan secara virtual. Selain itu untuk yang ingin berkunjung secara langsung ke museum, pihak pengelola masih menggratiskan tiket masuk.
Saat ini Museum Penerangan yang berada di TMII berada dibawah Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) kondisinya sudah direvitalisasi dan rencananya dalam waktu dekat akan dibuka kembali. Bagi masyarakat umum yang ingin berkunjung hanya membayar tiket masuk ke TMII.








