Hari Kesehatan Nasional, Kota Bogor Terus Perkuat Ketahanan Kesehatan

Pandemi, kata Bima Arya, mengajarkan tidak ada seorang pun yang aman. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan tenaga kesehatan yang lebih siaga, antisipatif, responsif dan tangguh dalam menghadapi ancaman masalah kesehatan yang terjadi saat ini, maupun di masa yang akan datang.

Untuk itu, lanjut Bima Arya, Dinas Kesehatan beserta seluruh pelayan kesehatan, harus menyusun langkah konkrit dengan menyusun sistem transformasi kesehatan yang fokus pada enam pilar.

“Pertama, layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan dan teknologi kesehatan,” katanya.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 tingkat Kota Bogor diperingati dengan berbagai kegiatan, diantaranya apel yang diikuti oleh insan kesehatan dari puskesmas, rumah sakit, organisasi kesehatan, klinik dan sekolah kesehatan.

Baca Juga  Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah : Perempuan Bisa Melahirkan Peradaban

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, apel ini memiliki semangat kebersamaan dan silaturahmi antar insan kesehatan.

“Karena dua tahun pandemi, kosong, jadi tidak ada kegiatan. Tahun ini ada kegiatan olahraga, kesenian, bakti sosial, pengabdian masyarakat dan kita memberikan penghargaan kepada insan kesehatan,” katanya.

Mengenai arahan Menkes, Budi, mengenai transformasi kesehatan, yang dirancang dalam enam pilar, saat ini Kota Bogor sedang mempersiapkan tahapannya.

Pada kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kota Bogor, kata Retno, Kota Bogor sedang menguatkan kembali ketangguhan kesehatan masyarakat.

Satu diantaranya, adalah dengan program Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

“Kita belajar dari pandemi, masyarakat sudah mulai peduli dengan pentingnya menjaga kesehatan dengan ketangguhan kesehatan dengan pola hidup sehat, olahraga dan mengkonsumsi gizi seimbang. Dan kita juga sudah mengadakan kegiatan cek kesehatan penyakit tidak menular secara rutin, Ods, asi eksklusif, stunting dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Bertemu Perwakilan Industri Jasa Keuangan di Istana Merdeka

Bersamaan dengan memperkuat ketangguhan kesehatan di masyarakat kata Retno, Dinkes juga melakukan penguatan pelayanan kesehatan, diantaranya peningkatan kemampuan SDM, melakukan evaluasi sistem pembiayaan dan meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan untuk menunjang optimalisasi layanan kesehatan dengan juga menyiapkan digitalisasi sistem pelayanan kesehatan. (*)

Pos terkait