Kolaborasi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat di Kota Bogor

Stunting dan ODF, kata Irwan, memiliki hubungan erat karena satu diantara penyebab stunting adalah sanitasi yang buruk.

Untuk itu, Irwan berpesan, aparatur wilayah kecamatan, kelurahan, yang menjadi leader harus terus menjalin kolaborasi untuk meningkatkan ketangguhan kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting, penyakit tidak menular dan zero ODF.

“Peran para dokter ini sangat besar untuk juga mendukung suksesnya program Pemkot. Untuk itu perlu adanya kolaborasi yang terus menerus dengan aparatur di wilayah. Jadi dokter-dokter ini sudah sangat membantu dan berkontribusi, tinggal meningkatkan kolaborasi yang selama ini sudah terjalin,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga Irwan mengajak para dokter ikut menjalankan program pemerintah yang digagas Wali Kota Bogor untuk menggunakan produk lokal.

Baca Juga  Gertak PSN, Bima Arya Bersama Duta Jumantik Berantas Sarang Nyamuk

Di tahun 2023, lanjut Irwan, persaingan ekonomi sangat ketat dan diperlukan upaya penguatan ekonomi di tingkat lokal, satu diantaranya dengan menggunakan produk-produk lokal.

Di lokasi yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Cabang Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan, puncak HUT IDI ke 72 serangkaian kegiatan yang berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Pemkot Bogor, TP PKK, pihak swasta, rumah sakit dan para dokter yang diadakan selama satu bulan penuh.

“Kegiatannya ada seminar kesehatan, bantuan sosial, jadi kita upayakan pada kekuatan promotif dan preventif. Kegiatan seminarnya itu tentang kebijakan kesehatan dengan melibatkan dinas kesehatan, pencegahan dan penanganan kanker, tentang gizi dan kesehatan masyarakat, kolaborasi penanganan dan pengentasan stunting, penyakit degeneratif dan pencegahan kematian ibu dan anak,” kata Ilham yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD Kota Bogor.

Pos terkait