“Mulyaharja di Kecamatan Bogor Selatan ini merupakan wilayah yang sangat indah, dan kalau digarap maksimal bisa seperti Ubud Bali, indah sekali. Sebaliknya jika warga di sana tidak dilakukan atensi akan menghadapi berbagai bencana,” tuturnya.
Ia menerangkan, yang pertama bencana sosial. Warga Mulyaharja turun temurun hidup bercocok tanam. Namun perlahan-lahan lahan dikuasai perusahaan atau individu. Sehingga mereka tidak lagi mempunyai lahan dan bekerja menjadi buruh dan banyak yang menjadi pengangguran saat Pandemi Covid-19. Beberapa titik di Bogor Selatan berdasarkan data menjadi titik termiskin di Kota Bogor.
“Upaya yang kami lakukan di masa Pandemi Covid-19, bagaimana kawasan yang memiliki banyak potensi ini kami garap maksimal untuk mengurangi bencana sosial. Ini wilayah yang awalnya hamparan sawah biasa saja. Lalu kami melakukan perencanaan dan berdiskusi sama warga. Pemkot pun berkolaborasi dengan warga dan pihak swasta melakukan penataan kampung tematik dan urban farming,” katanya.
Ia menjelaskan, target dari pengembangan wilayah ini untuk mengantisipasi bencana sosial dan bencana ekonomi. Di masa Covid-19 pihaknya beradaptasi bagaimana agar tempat wisata tetep dipromosikan sembari menerapkan prokes yang ketat.








