Pameran Rumah Subsidi Terbesar, Tapera Property Expo Hadir di Kota Bogor

Tak hanya itu, di Kota Bogor kata Syarifah, kebutuhan hunian akan menjadi sangat tinggi, karena 35 persen atau sekitar 250 ribu jiwa warga Kota Bogor berada di usia produktif 25 sampai 35 tahun.

“Usia produktif ini akan tumbuh menjadi keluarga baru dan memerlukan rumah-rumah baru,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa hampir diseluruh kota, sudah tidak lagi banyak area untuk membangun hunian baru.

Untuk itu, lanjut Syarifah, kini sudah banyak pengembabgan hunian dengan konsep vertikal atau hunian subsidi yang berada di wilayah perbatasan kabupaten/kota.

Kondisi itu kata Syarifah, harus disikapi dengan sistem transportasi yang baik untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

Dari sisi transportasi pendukung mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat dari tempat tinggal ke lokasi kerja atau tempat lainnya. Pemkot Bogor sudah memiliki berbagai program transportasi mulai dari rerouting angkutan kota menjadi bus, transportasi massal jenis bus, trem dan sebagainya.

Baca Juga  Indocement Kembali Raih Penghargaan TOP CSR Awards

Bahkan, saat ini transportasi Bis Kita di Bogor menjadi yang terbaik dari sisi jumlah penumpang.

Pos terkait