Apresiasi disampaikan Syarifah kepada para ibu-ibu yang telah berkontribusi dan terlibat langsung dalam kegiatan Super Mom 2022. Dia meyakini para perempuan dengan berbagai profesinya adalah Super Mom yang sering di personifikasinya dalam bentuk gambar perempuan dengan banyak tangan yang tengah memegang banyak peralatan.
“Dengan potensi yang dimiliki para ibu, kita didorong untuk bisa melakukan semua itu, sagala kudu di cabak (semua harus dipegang) dan kudu bisa atau multi tasking. Satu tangan pegang alat tulis, satu lagi pegang botol susu, satu lagi pegang obat, satu lagi pegang sapu dan sebagainya. Bisa dibayangkan jika dirumah tidak ada ibu-ibu, katanya rumah itu menjadi mati. Karena semua dikerjakan ibu-ibu,” kata Syarifah.
Pelaksanaan kegiatan Super Mom yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dinilai tepat, karena banyak cerita tentang keteladanan dan kisah inspirasi dari pahlawan perempuan Indonesia, seperti RA Kartini yang berjuang ingin merubah pola pikir para perempuan yang secara fisik tidak bisa kemana-mana, tetapi pemikiran tidak terkungkung, bebas sehingga bisa membuat surat kemana-mana. Selanjutnya Cut Nyak Dien, seorang perempuan yang luar biasa dengan keberaniannya berperang melawan Belanda.
“Dari keduanya bisa menjadi contoh bahwa seorang perempuan tidak hanya sekedar berada dirumah untuk melaksanakan fungsi domestik tetapi juga fungsi publik, ini sungguh luar biasa,” jelas Syarifah.








