Bima Arya menilai, kuat dan majunya sistem di Kota Bogor berkat tradisi inovasi kelembagaan yang sangat baik yang sudah dibangun dari generasi ke generasi.
Selain itu yang menjadikan Kota Bogor lain dari kota lain adalah sistem kebiasaan kekeluargaan, kekerabatan dan senioritas yang mengagumkan dari masa ke masa.
“Kekeluargaan, kekerabatan dan senioritas di Kota Bogor sangat kuat sekali. Junior menghormati senior, senior menghargai dan mendorong para junior, saling menghargai, saling mengingatkan dengan caranya masing-masing, saling membantu ketika ada yang terkena musibah. Saya ingat Pak Diani setiap diundang selalu datang, bahkan kalau tidak diundang muncul. Jabatan ada batasnya tapi silaturahmi, persaudaraan, persahabatan selama hayat dikandung badan dan itu ditunjukkan oleh para senior,” jelas Bima Arya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya meminta dan memohon kepada para purnabakti dan Diani Budiarto, selaku Wali Kota Bogor periode 2004 sampai dengan 2014 untuk menyumbangkan barang-barang peninggalan para wali kota yang masih tersimpan di rumahnya untuk disumbangkan guna melengkapi koleksi museum Wali Kota Bogor di Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor agar menjadi inspirasi dan pengalaman bagi ASN dan generasi muda mendatang.
Kepala BKPSDM Kota Bogor, Taufik dalam laporan menambahkan, ASN yang memasuki masa purnabakti selama periode Januari sampai dengan Desember tahun 2022 didominasi para pejuang pendidikan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, yaitu sebanyak 282 orang.
Para ASN yang akan meninggalkan masa purna, khususnya yang bertugas mengabdi dan memberikan pengajaran serta pendidikan bagi masyarakat Kota Bogor diungkapkan Taufik menjadi kehilangan bagi Pemkot Bogor, mengingat hampir setiap tahun para pendidik harus berakhir tugasnya karena dibatasi aturan.








