“Jadi dari setiap area perubahan tersebut kita lakukan berbagai upaya untuk terus memperbaiki. Ditandai dengan terwujudnya efisiensi penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal dan berbasis teknologi informasi, serta pengukuran kinerja telah dilakukan sampai ke level eselon 3. Dan yang lebih penting lagi, implementasi ini harus berlaku di semua OPD,” ujar Henny.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor Deni Hendana menyatakan, inovasi menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk memudahkan pelayanan kepada warga. Sehingga Bapenda Kota Bogor membuat inovasi e-SPPT PBB.
“Implementasi e-SPPT di Kota Bogor berdampak positif pada sisi efisiensi waktu. Sebelumnya saat masih berbasis manual bisa 3-4 bulan sampai ke warga. Dengan digital ini SPPT sudah bisa tinggal unduh sehingga semakin cepat didapat,” jelas Deni.








