Lebih lanjut, dr. Ilham juga mengatakan, bila aplikasi Palma juga membantu managemen RS dalam mengatur jumlah pengunjung per harinya. Mengingat, bed occupancy red (BOR) RSUD Kota Bogor tertinggi di banding RS kota hujan lainnya.
“Melalui aplikasi Palma, saya harap tidak terjadi lagi pasien yang datang ke rumah sakit namun ternyata kehabisan nomor antrian,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armein Sjuhairi Rowi menambahkan, bila aplikasi PALMA merupakan salah satu bentuk komitmen RSUD Kota Bogor menuju RS digital.








