Meski begitu, ia tetap merasa senang karena dengan menjadi wali kota bisa membantu banyak orang melalui kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Mulai dari membantu anak yang putus sekolah sampai membantu warga yang rumahnya tidak layak huni menjadi layak huni.
“Tapi yang paling sulit itu membuat semua warga bahagia, tidak mudah menyenangkan semuanya. Walaupun tidak bisa membuat semua orang bahagia, tapi kita harus berikhtiar semaksimal mungkin,” katanya.
Ia menambahkan, jika ingin menjadi wali kota selain harus mempunyai bekal yakni ilmu dan kompetensi hal yang paling penting harus punya niat yang baik. Karena walaupun punya ilmu dan kompetensi namun tidak punya niat baik, maka tidak akan menjadi wali kota yang baik.
“Lebih baik menjadi orang baik daripada menjadi orang pintar yang tidak baik, jadi harus punya niat baik kalau mau jadi wali kota. Saya doakan suatu hari kalian jadi pemimpin,” katanya.








