” Nah posisi patung itu berada di box kontainer yang kita isi daun, supaya posisi patung itu tidak bergeser dan kuat sebagai penahannya, jadi buka tempat sampah yang viral di pemberitaan. Nah disinilah mulai terbersit dan sangat miris melihat kondisi patung Kapten Muslihat yang notabene sebagai icon pejuang Kota Bogor,” ucapnya.
Lebih lanjut Irfan menambahkan, menurut informasi, patung tersebut dibuat pada tahun 1982 tepatnya di Taman Ade Irma Suryani yang bersebelahan dengan taman topi.
” Patung yang baru ini, kita tidak asal-asalan dalam pembuatannya. Kami menggali literasi mulai dari ahli waris, sejarawan, veteran serta organisasi masyarakat. Usai menggali informasi inilah, ternyata saya baru tahu, bahwa patung yang lama itu sama sekali tidak mirip dengan aslinya ketika melihat poto aslinya dari Kapten Muslihat,” beber Irfan.
Kemudian Irfan menjelaskan, dari situlah dia mulai konsultasi dengan ahli seni rupa lulusan ITB, dan ternyata memang sangat jauh dan tidak sempurna dari aslinya.
“Kenapa saya begitu antusias dan bersemangat ingin mencetuskan patung Kapten Muslihat yang baru, karena secara histori saya juga termasuk cucu dari TNI dan mungkin leluhur saya termasuk pejuang 45 juga. Selain itu juga karena miris sebagai anak bangsa, dan ingin sekali mempersembahkan penghargaan bagi pejuang yang mempertahankan negeri tercinta ini,” bangganya.
Langkah selanjutnya, dirinya mengadakan rapat dengan semua elemen seperti keluarga ahli waris,veteran, sejarawan, budayawan dan organisasi masyarakat dan dicetuskan penawaran mewakili pemkot Bogor untuk pembuatan kembali patung Kapten Muslihat dengan material yang jauh lebih bagus.








