Pelatihan digitalisasi ini, sambung Hari, sebagai pengetahuan untuk membedakan pemasaran bisa dan digital. Para peserta dilatih bagaimana menganalisa media sosial sebagai platform pemasaran produk mereka.
“Kemudian bapak ibu akan dilatih tentang finansial digital, karena pembukuan atau keuangan itu harus dicatat. Kita biasa catat di kertas atau di buku kemudian bukunya hilang. Maka kita hilang catatan kita bagaimana laba rugi, masuk keluar dan sebagainya. Maka itu bapak ibu dilatih untuk menggunakan suatu aplikasi yang berbasis mobile,” ujarnya.
Tak berhenti sampai disitu, para pelaku UMKM juga dilatih bagaimana cara mendokumentasikan produk mereka dengan baik. Di era digital ini, konten visual sangat mendukung terciptanya peluang pasar
“Sekarang kita hidup di dua dunia yang saling berhubungan. Maka pelatihan ini melatih bapak ibu untuk menjadi pemain di dunia digital. Diharapkan peserta bisa memahami apa itu digital dan bisa meningkatkan kesejahteraan, karena sekarang kita sudah masuk ke era ekonomi digital. Ekonomi digital adalah ekonomi yang menyatukan dunia nyata dengan dunia digital,” jelasnya.
Dit tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, dua tahun masa pandemi membuat perekonomian di Kota Bogor berubah. Banyak para pelaku usaha yang justru muncul dengan ide – ide kreatifnya. Contoh healty food.








