KWB Kota Bogor Fasilitasi 20 Pasangan Mengikuti Sidang Isbat Nikah

“Kalau tidak dibantu fasilitasinya oleh KWB Kota Bogor mungkin saya tidak akan bisa mengurus administrasi pernikahan,” ungkap Edi.

Ia menjelaskan, di usianya yang sudah sepuh Edi tetap harus mencari nafkah sebagai tukang ojek. Ia juga harus mengurus pendidikan anak satu-satunya yang sudah SMA.

“Sudah 5 tahun saya jadi ojek pangkalan. Anak saya sudah kelas 2 SMA, penting buat saya mengurus administrasi warga dan alhamdulillah sangat terbantu dengan adanya program ini,” tuturnya.

Peserta termuda Egi Mauliansah Gunawan (24) dan istrinya Hesti Rahayu (22), warga Cimanggu, Kedungjaya, Tanah Sareal merasa sangat terbantu dengan digelarnya fasilitasi Isbat Nikah yang dilakukan KWB Kota Bogor.

“Saya sangat berterimakasih kepada KWB Kota Bogor yang memfasilitasi Isbat Nikah ini,” ujar Egi.

Baca Juga  BK Terima Aduan Asosiasi Jasa Konstruksi Kota Bogor

Egi bercerita, pernikahan siri yang dilakukannya semata-mata karena kesulitan biaya. Pada saat menikah pada 2018, Egi belum memperoleh pekerjaan.

Pria muda yang kini bekerja sebagai bagian gudang di gudang daging impor itu, sebenarnya sempat bekerja di sebuah cafe. Sayangnya, saat pandemi melanda ia pun terdampak dan kehilangan pekerjaan sehingga belum bisa mengurus administrasi pernikahannya.

“Adanya program dari KWB Kota Bogor ini sangat membantu warga Bogor. Di tahun berikutnya, kami berharap program ini terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi warga Bogor,” harapnya. (*)

Pos terkait