“Untuk itu kita fokus bagaimana ada ruang identitas lokal, budaya lokal. Kebudayaan lokal tidak hanya konteks budaya, bukan saja dalam kontek kegiatan atau simbol-simbol, tapi lebih dari itu, ini adalah karakter dan jatidiri. Jadi manusia-manusia yang memiliki perspektif luas, yang terbuka, yang saling menguatkan kebersamaan dalam keberagaman itu adalah karakter yang juga dibangun dari unsur lokal, local wisdom atau kearifan lokal,” ujarnya.
Untuk itu kata Bima Arya, targetnya kegiatan hari ini adalah memberikan pemahaman, bahwa kearifan lokal merupakan bagian dari hak asasi dan juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter bangsa ke depan.
Di lokasi yang sama, Camat Bogor Selatan, Hidayatullah menyampaikan bahwa seni budaya merupakan dua suku kata yang terpisahkan yang kemudian juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.
“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai seni dan budaya. Untuk itu kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari karena ini mencerminkan karakter suatu daerah, karakter bangsa dengan merawat kesenian lokal, budaya lokal,” ujarnya.
Tema besar di Bogor Selatan ini kata Hidayatulloh, adalah sebagai upaya menaikan derajat seni budaya untuk kemaslahatan masyarakat. (*)








