Berbicara tentang jati diri, menurut Bima Arya ada beberapa level tahapan.
Tahap pertama lanjut dia, adalah mengenai simbol kesundaan yang sudah ada sejak zaman dahulu yang perlu dijaga, diperkuat dan terus disosialisasikan, seperti kujang, pakaian sunda dan sebagainya.
“Kita sahkan perwali itu, baju pangsi yang awalnya hanya digunakan ASN, sekarang diikuti oleh pegawai swasta, kantor, perbankan, semua ikut Alhamdulillah,” katanya.
Selanjutnya, tahapan kedua, lanjut Bima Arya, adalah kultur yang harus lebih intensif dalam membuat panggung atau event-event, sehingga simbol-simbol itu bisa difasilitasi dalam bentuk kegiatan dan sebagainya.
Terakhir, yang juga menjadi catatan semua adalah memperkuat kultur budaya dalam perilaku agar melekat menjadi jati diri dengan personal kultur.
Karena lanjut dia, setiap manusia, setiap orang memiliki hal untuk bisa mengekspresikan budaya, adat istiadatnya dan identitasnya masing-masing tanpa dihalangi.








