Menulis sejak tahun 2011, Marchella mengungkapkan awal dirinya mulai menulis ketika membaca biografi Buya HAMKA yang didalamnya ada tulisan kenapa dirinya menulis terus selama dipenjara.
“Beliau bilang suatu hari kalau sudah tidak ada di bumi, yang bisa dia tinggalkan hanya buah pikirnya. Itu juga yang mendasari aku untuk menulis. Dari situ aku sadar, membaca buku adalah cara sederhana dan mudah untuk masuk ke dunia atau ke proses pemikiran orang lain yang dia lakukan selama bertahun-tahun dan kita bisa ambil intisarinya tanpa harus bertemu dengan orangnya, karena itu literasi untuk milenial itu penting karena aku dapat manfaatnya,” kata Marchella.
Menurut Bima Arya, dengan membaca buku setiap orang bisa ‘berbicara’ tanpa bertemu. Di era sosial media, mayoritas hanya membaca caption yang mungkin kadang terlewat.
Untuk itu membaca perlu dilatih dari yang paling sederhana. Dengan membaca akan membantu untuk mencoba mengenal pikiran orang lain dan dunia dengan lebih luas.
“Kenapa orang suka membaca buku, kapan kita mulai baca buku dan mengapa seorang anak bisa tertarik untuk membaca buku ?. Bagi saya pengalaman itu diawali dari kebiasaan dongeng dari sang ayah, sebelum saya bisa membaca. Kelas 2 SD saya dibuatkan perpustakaan mini dirumah sehingga membuat saya jatuh cinta sama yang namanya membaca,” ujarnya.
Dengan membaca kata dia, betul-betul melatih banyak hal, seperti fantasi dan imajinasi yang unlimited serta melatih kreasi. Terkait literasi generasi saat ini, Bima Arya mengungkapkan rasa prihatinnya. Mendorong minat baca bagi anak lanjut tidak selalu melalui dongeng, tetapi bisa melalui cara atau kegiatan talkshow maupun lainnya.








