“Kami di Bapenda penunjang pendapatan Rp936 miliar ada di Bapenda dan Rp400 lainnya di tempat lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain maupun BUMD. Yang pertama kami tingkatkan SDM di Bapenda Kota Bogor, sesuai amanat pak wali, pegawai itu harus punya loyalitas, kapasitas dan integritas. Bukan hanya loyal kepemimpinan, tapi loyal kepada apa yang diinginkan pimpinan. Kami adakan pelatihan dan lainnya,” tutur Deni.
Deni menjelaskan, untuk Kota Bogor juga bulan Februari 2023 mendapat 27 orang lulusan STAN untuk tiga OPD, di Inspektorat, BKAD dan Bapenda sesuai background. Bapenda mendapat 17 orang yang akan diberdayakan untuk pemeriksaan pajak, pengawasan dan penagihan.
“Karena ada yang rutin Wajib Pajak (WP) setiap bulan mereka membayar ke Bapenda. Tetapi ada ekstra effort yaitu ada di bidang pemeriksaan. Kami uji pemeriksaan. Karena itu pentingnya SDM, nanti ada juga penagihan dan pengawasan menghasilkan sekian miliar. Kedua optimalisasi pendataan dilakukan juga tahun 2023 ini, karena restoran dan cafe banyak yang buka dan juga banyak yang tutup. Bentuk sistem basis data dan berbasis peta, kami jua mensosialisasikan digitalisasi ke masyarakat,” jelasnya.
Deni menerangkan, target tahun 2023 ada pajak yang menjadi harapan, untuk peningkatan pajak hotel dan restoran grafiknya 10 persen. Untuk yang utama BPHTB tetap menjadi tumpuan Kota Bogor, tapi meski 10 persen restoran menjadi tumpuan dan ketiga PBB.








