Di Kota Bogor iklan rokok sudah tidak ada sejak 2008. Ketika Kota Bogor melarang iklan rokok banyak yang khawatir PAD akan turun. Tapi data dan sejarah menunjukan sebaliknya, PAD Kota Bogor naik terus setiap tahun kira-kira Rp 100 miliar naiknya.
“Waktu saya dilantik PAD Kota Bogor mungkin sekitar Rp 400 miliar, sekarang PAD Kota Bogor sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Jadi di Bogor tidak ada hubungannya antara melarang merokok dan iklan rokok dengan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Bogor juga membuka konsultasi publik bagi warga yang ingin berhenti merokok. Ada mobil curhat yang berkeliling di Kota Bogor untuk melayani warga yang kesulitan berhenti merokok.
Pihaknya pun menggencarkan kampanye mengurangi rokok di kalangan anak dan pelajar, karena berdasarkan riset semakin muda kita merokok maka akan semakin sulit berhentinya.








