Menuntaskan yang Belum dan Memastikan Keberlanjutan

Untuk kampung tematik yang ada di Bogor Timur, khususnya yang mendapatkan penghargaan dan menginspirasi, ia meminta agar dipertahankan dan terus dikembangkan berkolaborasi dengan semua pihak dan harus terus berinovasi.

Selain itu, fasilitas dan sarana prasarana pendukung harus diperhatikan agar berkesinambungan. Bima Arya tidak ingin kampung tematik akan tinggal kenangan setelah dirinya tidak lagi menjabat wali kota.

Terakhir, selain apresiasi atas progresif yang dilakukan Camat Bogor Timur bersama para lurah karena telah ‘Berlari Cepat’. Bima Arya menitipkan agar program prioritas di tahun ini dan tahun depan yang merupakan tahun politik, jangan sampai terganggu dan tetap sesuai target.

“Semua ini memerlukan kerja sama yang rapi terkait dengan sosialisasi dan implementasi di lapangan. Saya jamin tidak akan ada yang dirugikan, karena semua sudah dihitung terkait pasar-pasar tadi, bergeser kemana sudah ada alokasinya. Dan terakhir saya akan maksimalkan untuk terus bersilaturahmi supaya tahu manakala ada janji yang belum tertunaikan. Mudah-mudahan 2023 memasuki 2024 Bogor tetap stabil dan terkendali,” harapnya..

Baca Juga  Pemkot Bogor Uji Kelaikan Jalan Perlintasan Tidak Sebidang Bogor - Sukabumi

Dalam paparan Camat Bogor Timur, Rena Da Frina menerangkan BABS masih menjadi PR sementara untuk stunting berdasarkan data prevalensi stunting di Kecamatan Bogor Timur menunjukkan 24.4 persen (nasional), 24,5 persen (Provinsi), 3,25 persen (Kota Bogor) dan 2,79 persen (Bogor Timur) sehingga Bogor Timur tidak lagi menjadi lokus stunting.

Pos terkait