Bupati Serdang Dorong Gerakan Cetak Sawah Mandiri di Serdang Bedagai, Kini Penghasil Beras Utama di Sumut

Bupati
Bersama Tim Juri : Agus Dermawan T, Yusuf Susilo Hartono, Bupati Serdang Bedagai H. Dharma Wijaya, Nungki Kusumastuti, Atal S.Depari,dan Ninok Leksono. (Foto: Malik AK PWI).

Ia mengungkapkan di depan tim juri bahwa programnya telah memberi hasil yang memuaskan. “Sekarang sudah ada ketersediaan stok pangan dan kesiapan saat menghadapi bencana,” ujar Bang Wiwik dengan bangga.

Meminimalisasi stunting

Gerakan ini juga menyasar penanaman varietas padi unggul, yaitu Inpari IR Nutri Zinc. Varietas Inpari IR Nutri Zinc ini diproyeksikan sebagai bahan pangan untuk meminimalisasi stunting karena kandungan gizinya.

Padi itu mengandung Zinc sebanyak 6 persen lebih tinggi dari pada varietas padi lainnya sehingga sangat baik bagi bayi. “Beras merupakan salah satu pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi makanan pengganti ASI untuk bayi,” ujarnya.

Persoalan memang muncul kemudian berkaitan dengan melimpahnya panen padi, termasuk padi organik. Siapa yang harus membelinya?

Baca Juga  Presiden Jokowi Terima Peraih Golden Buzzer AGT 2023 Putri Ariani

Bang Wiwik tak hilang akal. Sebagai orang nomor satu di Serdang Bedagai, ia mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli beras organik yang telah dihasilkan. Beras organik Serdang Bedagai ini telah mendapat sertifikasi beras organik.

“Kami membuat program ekonomi berbasis kerakyatan. Namanya ‘Grebek Dahsyat’, yaitu gerakan belanja bersama kebutuhan dapur dan harian di pasar rakyat,” kata Bupati.

“Saya meminta seluruh ASN membeli kebutuhan harian di berbagai pasar rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai mengingat dampak pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Pos terkait