Bupati Serdang Dorong Gerakan Cetak Sawah Mandiri di Serdang Bedagai, Kini Penghasil Beras Utama di Sumut

Bupati
Bersama Tim Juri : Agus Dermawan T, Yusuf Susilo Hartono, Bupati Serdang Bedagai H. Dharma Wijaya, Nungki Kusumastuti, Atal S.Depari,dan Ninok Leksono. (Foto: Malik AK PWI).

Ekstensifikasi dan intensifikasi

Ternyata, Gerakan Cetak Sawah Mandiri diam-diam mempunyai tujuan meminimalisasi penyusutan lahan pertanian. “Konversi atau alih fungsi lahan pertanian ini disebabkan oleh kebutuhan infrastruktur, tempat tinggal, juga industri,” jelas Bupati Darma Wijaya.

“Bila ini terjadi, maka hal itu berpotensi menimbulkan gangguan ketahanan pangan karena lahan menyempit, hasil panen pun ikut berkurang,” tambahnya.

Gerakan Cetak Sawah Mandiri tidak hanya menambah lahan persawahan, tetapi juga melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi lahan pertanian oleh masyarakat secara mandiri.

Caranya, mencetak lahan persawahan baru, mengoptimalkan lahan sawah yang sudah ada, dan tidak mengalihfungsikan lahan persawahan.

Maka, Kabupaten Serdang Bedagai yang sejak lama dikenal sebagai daerah dengan lahan perkebunan sawit, kelapa, karet, dan kakao, kini menjadi kabupaten penghasil beras terbesar di Sumatra Utara.

Baca Juga  Temui Ketua Kwarcab, SAKOCAB SPN Paparkan Program

Semua itu adalah buah dari gerakan Cetak Sawah Secara Mandiri. Oleh karena itu pula Bang Wiwik pun berhak mendapat Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023. (*)

Pos terkait