“Indu-Nesians mengacu pada konsep etnografis yaitu masyrakat yang menghuni Kepulauan Hindia,” tutur Wanofri.
Eral Dijelaskan Wanofri tidak puas dengan konsep itu maka ia menamakan masyarakat di kepulauan di Indonesia dengan ‘Melayunesians’.
“Kata ‘Indonesia’ justru dipopulerkan oleh James Logan dalam artikelnya ‘The Ethnology Of The Indian Archipelago: Embracingenquiries Into The Continental Relation Of The Indo Pacificleaders’ yang dimuat dalam Journal Of The Indian Archipelago And Eastern (JIAEA No 4 1850),” urainya.
Penggunaan ini diikuti oleh para antropologi ET Hamy (Prancis 1877). AH Keane (1880) dan juga oleh linguis NB Dennys (inggris, 1880).
Dua tahun setelah itudiikuti oleh pegawai pemerintahan kolonialinggris, sir william Edwar Maxwell. Kata Indonesia digunakan oleh Adolf Bastian (Jerman, 1884-94).
Sedangkan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu menyoroti masalah keselamatan para wartawan yang dinilainya masih saja ada yang mendapat kekerasan akibat dari berita yang dibuatnya. (*)








