“Tidak semua pengguna aktif media sosial itu menyadari bahwa ada risiko dalam membuat konten untuk di posting, apalagi risiko secara hukum. Artinya, di sini kita memberi pemahaman bahwa ini loh konten yang memang bisa mereka unggah, ini loh komen yang bisa mereka lakukan, jadi lebih kepada edukasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan safari jurnalistik ini baru pertama kali digelar PWI dan di mulai di SMP Negeri 5. Setelah ini, pihaknya akan secara maraton masuk ke sekolah-sekolah lain dengan berbagai kegiatan lainnya, salah satunya program bengkel jurnalistik.
“Di bengkel jurnalistik ini PWI memberikan ilmu membuat rilis, konten, broadcast dan lainnya semua lengkap dan direktur eksekutif bengkel jurnalistik PWI merupakan reporter tv one dan sekretarisnya Pimred Radar Bogor,” katanya.








