Platform digital itu tak tertarik dan tak merespon komunikasi dengan mereka yang merupakan media kecil. “Kemudian The ACCC di bawah kepemimpinan Rod Sims memperkenalkan ketidakseimbangan kekuatan antara platform digital raksasa dan media kecil dan memungkinkan untuk bersatu,” beber Nelson lagi.
Sementara Agus Sudibyo mengatakan, pemilik media tak bisa berjalan tanpa platform digital. Sebab jika diperhatikan sampai 80 persen google dan facebook mengontrol pemberitaan, juga iklan.
“Penerbit dan pengelola media harus bernegosiasi dengan google dan facebook karena memang merupakan platform digital. Mereka harus membantu anggotanya bagaimana mempersiapkan diri agar media di Indonesia memiliki peluang, bagaimana menuntut Google, FB agar berita yang dihasilkan media ada nilai beritanya,” tutur Agus.
Dahlan Dahi pun menyatakan hal serupa dengan Agus dan Nelson. Menurutnya, CEO Tribun Network ini yang terpenting saat ini adalah bagaimana media mampu dan harus cerdas mengembangkan teknologi digital.
“Kita semua tahu ada banyak model sosial media seperti facebook, twitter, youtube dan masih banyak lagi. Terpenting bagaimana media mampu memanfaatkannya agar ekosistem media bisa terus berkembang,” kata Dahlan.








