Tantangan Wali Kota dari Masa ke Masa, Bima Arya : Antara Harmoni dan Perubahan

Harmoni

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyoroti tindakan tawuran pelajar yang belum lama terjadi. Menurutnya tugas polisi bersama tiga pilar lainnya serupa dengan dokter, menganalisa keadaan yang berpotensi menimbulkan ancaman dari gejala-gejala.

Contohnya tawuran pelajar, gejalanya para siswa yang terlibat berpakaian tidak rapi, menggunakan motor padahal secara usia belum boleh, nilai-nilainya jelek dan hal negatif lainnya. Pelanggaran yang ada terkesan dibiarkan, tidak diingatkan dan pihak terkait tidak memperdulikan.

“Ketika ada suatu ketidakberesan berpeluang dalam satu lingkungan yang tidak diperdulikan akan menjadi peluang masuknya kejahatan, ada jaminan orang-orang di situ tidak peduli sehingga berkembanglah potensi-potensi kerawanan,” katanya.

Untuk itu Kapolresta mengajak agar pemerintah dan negara hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal bagi warga Kota Bogor.

Baca Juga  Semrawut dan Dipenuhi PKL, Pemkot Akan Tata Ulang Simpang Ciawi

“Sudah jadi tugas kami bersama bahu membantu memberikan rasa aman dan nyaman yang dalam prosesnya. Kami butuh kepedulian dan kebersamaan, perlu kontribusi semua pihak,” kata Kapolresta Bogor Kota.

Mgr. Paskalis Bruno Syukur dalam sambutan menyebutkan, menjadi cita-citanya untuk mendorong umat dalam memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya Kota Bogor.

Pos terkait